Member-only story

Beriman dalam Keraguan

Abdi Mulia Lubis
4 min readJan 12, 2021
Koran Harian Analisa, Selasa 12 Januari 2021. Rubrik Opini Halaman 12.

Ketidakpastian akan hari akhir yang terus dipertanyakan keberadaannya membuat para pemikir di Prancis dalam Jurnal Ilmiah dan Artikel yang ia tulis mengajukan beragam pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang harus di lakukan dalam keadaan massa yang serba bimbang ini. Hal tersebut terlihat juga dalam kondisi di Indonesia berkaca dari fenomena sosial yang terjadi saat ini. Ketika pendidikan disodorkan dengan banyaknya pelajaran agama dan kurangnya rangsangan berpikir kritis yang diajukan oleh para pengajar menyebakan generasi milenial tuna akan ideologi hingga buta akan toleransi keberagaman sehingga terhasut kepada keterbuaiaan sensasi media sosial semata.

Hal tersebut terlihat dari berlebihnya konsumsi pendidikan agama yang diajarkan di sekolah serta kurangnya pemahaman nalar kritis sehingga menyebabkan pelajar stagnan buntu terhadap ide pencerahan, pelajar masuk pada jurang ilusi semu, terbuai pada sensasi media sosial dan luput pada intelejensi. Dan para pengajar pada umumnya terlihat tidak mau capek untuk memikirkan nasib generasi bangsa kedepannya sehingga cara tercepat untuk menyelesaikan pelajaran biar cepat lonceng bel pulang sekolah berbunyi adalah dengan memberikan pendidikan agama kepada anak-anak.

Para pelajar di kebanyakan daerah seakan di suruh hapal ayat-ayat lalu selesai perkara mengajar, sementara esensi dari ayat tersebut tidak diajarkan secara dasar dengan…

--

--

No responses yet