Abdi Mulia Lubis
4 min readSep 15, 2017

Bertahan Pada Satu Rasa

Cinta menemukan jalannya le­wat luka, dan puisi menemukan ke­indahannya lewat penderitaan. Krea­tivitas dan imajinasi akan mem­buah­kan inspirasi bila perjuangan tak pa­dam terus membara di dalam diri, se­mua hasil yang telah lama kita pen­dam dan perjuangkan akan terwu­jud dari seberapa kuat fokus kita untuk terus menggenggam satu bidang yang be­nar-benar utuh kita cintai. Tetaplah ber­­tahan walau dengan setitik hara­pan.

Waktu kian berlalu begitu cepat, pe­rubahan dan kemajuan teknologi za­man melaju begitu pesat, seakan-akan tanpa sadar membuat kita lang­sung terkejut bahkan tercengang ka­gum pada canggihnya teknologi pada masa kini. Ketika negara lain si­buk ber­bondong-bondong mencipta­kan hal baru, sedangkan kita mudah larut pada kebencian dari berita hoax. Ke­na­pa negara lain begitu cepat maju dari pada negara kita. Dan bagaimana agar kita mampu bersaing menyaingi me­reka. Kenapa kita lebih banyak ribut di Dunia Maya ?

Dari segi ekonomi mungkin kita kalah, namun jangan sampai kita bangsa Indonesia ketinggalan sema­ngat dalam berkarya. Adakalanya satu kelemahan yang kita miliki adalah sebuah kekuatan yang besar, inilah yang menjadi penting bagi setiap orang untuk tidak mudah menyerah pada keadaan dan selalu bersyukur atas nikmat anugerah yang diberikan dari sang maha kuasa.

Kemampuan negara lain dalam ber­inovasi menjadi pesan kepada kita bahwa Manusia harus dimotivasi kuat untuk kreatif dalam mencipta. bagai­ma­napun halangan yang meng­hadang, kita harus giat dan tekun untuk terus berinovasi menciptakan hal-hal baru yang membawa manfaat bagi kehi­dup­an dimasa kini dan mendatang.

Pilihannya adalah daripada meng­ha­biskan waktu berjam-jam untuk mengurusi keributan dan kegaduhan di dunia maya tentang SARA dan be­rita HOAX, alangkah berman­fa­atnya jika waktu yang kosong diisi dengan giat berkarya.

Setiap manusia memiliki hobby be­rupa passion, suatu kegiatan yang bila dijalani berjam-jam tidak mem­buat sese­orang merasa kelela­han bahkan memberikan keba­hagiaan pada diri dan memberi man­faat bagi orang yang berada dise­kitarnya. Untuk menda­pat­kan satu passion yang kuat, se­seorang harus mema­hami dirinya dan mengenal lebih dekat kedalam diri tentang suatu hob­by yang ia miliki, dan agar hobby itu harus dikembang­kan terus-menerus. Apakah hobby itu menulis, meng­gam­bar, bermusik, foto­grafer, dan lain­nya. Hobby inilah yang akan men­jadi pendo­rong mental seseorang untuk berani berkarya. Cukup me­ngenal satu hobby yang benar-benar kuat kita rasa seakan hobby ini adalah bagian dari takdir.

Kita melihat bahwa betapa jauh­nya kita tertinggal dari negara lain dalam hal inovasi, ini membuktikan bahwa orang luar negeri lebih giat dan fokus untuk berkarya, dan tidak banyak meng­habiskan waktu untuk tebar kebencian pada hal-hal yang tak men­datangkan faedah.

Orang Indonesia lebih cepat naik pitam bila ia terpancing pada berita Hoax, Hoax yang pada umumnya se­ring me­nimbulkan kegaduhan mem­buat masyarakat semakin resah. Da­lam hal ini Kita harus mampu me­ngalihkan perhatian dari hal-hal yang membawa kita pada kesia-sia­an di dunia maya, sudahlah kehi­langan ba­nyak waktu, tentu kita tak ingin ke­hilangan banyak energi yang ter­kuras dikarenakan mengurus se­suatu yang sebenarnya tak memberi man­­faat.

Viral dan kehebohan dunia Maya adalah salah satu yang harus diwas­padai. Membiasakan diri meletakkan satu fokus terhadap pada karya yang diciptakan. Kreativitas tidak mudah didapatkan dengan mudah, sebuah karya akan ram­pung apabila ia terus dikaji, dilakukan berulang kali, melihat beragam kemungkinan dari eksperimen.

Kesalahan kita sebagai bisa dilihat dari betapa seringnya memegang gad­get dan selalu berusaha dalam keadaan on­line, sikap ini berujung pada ke­canduan, dan kecanduan dalam ber­sosial media ini harus bisa diken­dalikan sebagai kegiatan sosial bukan un­tuk sebagai pamer barang, pamer pa­kaian, pamer liburan dan pamer lain­nya. Jika terlalu sering di dunia Maya maka jadinya adalah kita sibuk me­nunjukkan kehebatan minta disan­jung pada orang lain.

Dikit banyaknya mampu mema­hami, walau tak sepe­nuhnya bisa di­mengerti.

Beginilah jalan yang tengah kita lalui. Kita berjalan seakan ingin me­ngetahui segalanya, namun manu­sia memi­liki batasan untuk menge­tahui berbagai hal. Pada prinsipnya Satu generasi akan mewariskan il­munya, satu generasi akan mewa­siat­kan filo­sofi hidup kepada generasi pe­ne­rusnya. Dalam hal ini sang filsuf akan berpikir, merenung, melihat berbagai kemungkinannya dari setiap tindakan yang akan ia putuskan secara seim­bang. Tak mudah menekuni satu bi­dang, bertahan pada satu rasa yang benar-benar menjadi bagian dari takdir perjalanan. Melihat dunia kini tengah berhamburan beragam bidang baru, satu bidang melahirkan bidang yang lain­nya. Jadi manusia mudah goyang, yang awalnya menekuni dunia pe­nulisan bisa berubah keinginan men­jadi seorang fotografer. Tak ada yang salah dengan menulis dan foto, me­lain­kan mudahnya manusia keluar pada satu passion. Yang awalnya me­nekuni dunia blogger beralih menjadi YouTubers. Waktu memang berjalan tanpa kita sadari, timbul satu musim yang lagi tren membunuh tren yang telah lama berjaya pada masanya. Dan disinilah keteguhan dan ketekunan manusia terlihat. Dalam mencip­takan suatu karya yang terbaik dibutuhkan ribuan jam untuk berproses, pantang lelah dan pantang hilang fokus. Maka ada baiknya dalam mengerjakan sesuatu hape di letak, silince, diam, ofline, cobalah sejenak keluar dari keriuhan dunia Maya dan belajar menikmati kehidupan dunia dengan senyatanya.

Dalam liburan ke pantai, pegunu­ngan dan wisata alam lainnya. Ada satu momen yang sulit didapat yaitu menikmati dengan penuh keteduhan. Kebiasaan kita biasanya adalah me­motret, selfie, insta story hal-hal yang tampak. dan kebiasaan itu membuat liburan tidak sepenuhnya dinikmati. Ada kalanya kita pergi ke tepi pantai menikmati senja tanpa memegang gadget adalah pertimbangan baik. Disitu kita akan belajar untuk me­ngenal diri sendiri tanpa berharap pu­jian dari orang banyak.

Tulisan ini pertama kali dimuat oleh koran Harian Analisa, Pada tanggal 15 September 2017. Baca via web dengan mengklik tautan berikut ini : http://harian.analisadaily.com/mobile/opini/news/bertahan-pada-satu-rasa/415425/2017/09/15

Atau membaca via epaper harian analisa dengan mengklik tautan berikut ini : http://harian.analisadaily.com/assets/e-paper/2017-09-15/files/mobile/20.jpg

No responses yet