Member-only story

Buzzer Arogan Provokator Kebencian

Abdi Mulia Lubis
4 min readFeb 4, 2021

Sebagai netizen yang memiliki kesadaran penuh akan energi yang ia punya maka janganlah sampai menghabiskan banyak waktu dan tenaga dengan mengerjakan sesuatu yang tak berguna di dunia maya. Contohnya rebahan berjam-jam menghabiskan banyak waktu dengan komen cek-cok tak jelas di media sosial karena hanya akan merugikan diri sendiri dan tak ada gunanya sama sekali. Betapa sia-sianya bila energi itu habis untuk suatu pertengkaran dan permusuhan yang sebenarnya diinisiator oleh orang yang tak punya akal, bebal dan arogan lalu dengan kelicikannya hingga kedengkiannya memprovokator para pengguna media sosial lain untuk membenci lawan politik secara rasis.

Berpolitik pakailah akal sehat dengan argumen yang cerdas bukan dengan sentimen privat, berpolitiklah dengan narasi yang cerdas tanpa menjatuhkan seseorang dengan kata-kata rasis, begitulah berpolitik yang berwibawa tidak dengan menggunakan kata sara dan tidak dengan menggunakan kata yang berfisfat memperburuk fisik dan tubuh seseorang. Ya berpolitik jangan asal ngegas aja jangan asal serobot lawan dengan rasis, berpikirlah dengan naluri dan kemanusiaan sehingga tidak terjebak pada blunder yang

Melihat banyak para netizen yang mudah terhasut dengan kebebcian lalu begitu cepat panas naik darah tinggi maka seorang buzzer akan semakin suka dengan hal kebencian itu lalu dengan kedengkiannya secara kemunafikannya…

--

--

No responses yet