Member-only story

Abdi Mulia Lubis
4 min readOct 20, 2020

--

Paradigma Metafisis

Ultimatum untuk mendapatkan kebenaran secara terstruktur dengan penalaran radikal sangat diperlukan pada masa kini untuk mengantisipasi gejolak doktrin fanatisme agama yang semakin mewabah, yang menyebabkan berhentinya gairah para generasi milenial untuk belajar mempelajari pengetahuan berupa hal-hal yang baru diluar batas kekangan pemaksaan di dalam beragama yang banyak memakai kekerasan untuk menindas kaum minoritas yang ada demi popularitas nama agama. Ketika para pemuka agama lebih mengutamakan ajaran agama sebagai topeng kekuasaan untuk melindungi dirinya serta kelompoknya dari suatu kemajuan peradaban maka suatu ormasa agama akan berusaha untuk ikut campur dalam bentuk kepentingan politik di dalam Negara. Yang namanya agama sebagaimana yang kita ketahui ya tidak mau kalah dengan yang namanya ilmu pengetahuan,. Agama bersifat keras, keinginan seorang pemuka agama itu kalau bisa dikatakan dunia itu harus ada satu warna saja jangan sampai ada warna lain yang membuat dunia ini penuh dengan warna.

Para pemuka agama diibaratkan seperti dictator proletariat, yaitu kekuasaan dengan kekerasan dari satu kelas atas kelas lainnya, atau atas kelas-kelas lainnya. Diktatur proletar adalah diktator yang terang-terangan berasal dari proletariat (yang bersekutu dengan kaum pekerja lainnya, golongan yang terbanyak) yang menguasai golongan kecil bekas pengisap, yaitu kaum kapitalis dan kaum tuan tanah.

--

--

No responses yet