Abdi Mulia Lubis
3 min readApr 9, 2019

Tolak Total Caleg Koruptor

CIKAL Bakal Korupsi bisa kita ra­sakan dengan hadirnya beragam jan­ji suci berupa proyek yang dimana bila seorang caleg atau pejabat men­ca­lonkan diri ia telah menyiap­kan se­gudang rencana ngibul kepada tim suk­sesnya, bukan pemikiran untuk men­sejahterakan rakyat melainkan men­sejahterakan para mafia korup dengan terus menyiksa rakyat.

Memang para koruptor saat ini bang­sat semua sehingga tak mem­pu­nyai otak apalagi hati dalam me­ne­gak­kan keadilan karena yang ia pi­kirkan uang dan uang, sementara di ba­lihonya terpampang tulisan ber­juang untuk kesejahteraan rakyat. Ka­tanya merakyat nyatanya menyum­bat kesetaraan. Awalnya berjanji, rupanya kalau gak janji gak menang. Itu adalah rumus kampanye turun-te­murun yang telah ada dari dulu hing­ga kini. Para caleg koruptor rela me­ngemis-ngemis kepada rakyat dengan membawa suara agama dan ketika terpilih malah menghancurkan citra agama dengan korupsi besar-besaran.

Saat ini kita memang membutuh­kan serangan OTT berjamaah dari KPK untuk bertindak tegas ke kantor wakil rakyat karena sudah terlalu ba­nyak bermiliar-miliar kerugian negara dicuri lenyap begitu saja. Ada satu per­mainan yang dibuat para koruptor yaitu berlindung dibalik jubah agama. Yang biasanya tak memakai peci tiba-tiba begitu di OTT dan pakai baju orange langsung ngucap-ngucap.

Sering kita jumpai berita ketika ada agenda rapat para wakil rakyat bukannya ikut rapat melainkan me­rapat ke tempat dugem cari pijat plus-plus berfasilitas VIP. Pikirkan bagai­mana bisa kusuk buat besok bukan peduli untuk memikirkan nasib rakyat. Makanya yang terjadi saat ini bukan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia melainkan kesejahteraan proyek bagi seluruh pejabat Indonesia.

Korupsi itu sudah menjadi virus yang mematikan moralitas bangsa, ber­­macam permainan mulai dari da­gang jual jabatan, perjanjian fee pro­yek dan macam segala macam hantu be­lau digencarkan para koruptor da­lam menyusun agenda agar terpilih. Di­kira para caleg koruptor ini KPK bo­doh dan tak tahu sehingga diam, pa­­dahal KPK tak pernah diam ma­kanya siap-siapkanlah mental bahwa OTT itu semakin dekat, sebab KPK punya mata dan telinga di setiap daerah hingga pelosok negeri.

Maka jangan merasa patentengan wak­tu terpilih duduk susahnya minta am­pun diajak rapat membahas nasib rak­yat layaknya artis korea, begitu ke­nak OTT di pengadilan menangis tau­bat minta maaf. Sujiwo Tejo me­ngatakan bahwa Korupsi lebih atau se­tidaknya sama saja dengan mem­ba­kar kitab suci, yaitu menghina esensi kitab suci. Tak ada ajaran maupun aga­­ma yang tak mengharamkan ko­rupsi. Inilah maka sesantun-santunnya se­orang caleg dalam memakai jubah aga­ma dalam berkampanye misalnya ja­ngan sampai ia mengelabui kita un­tuk memilihnya. Seiman belum tentu satu pemikiran karena kita butuh buka mata untuk melihat bukan hanya cover melainkan isi dalamnya juga perlu.

Berapapun besar serangan fajar yang ia tawarkan akan ia putar kembali modalnya itu dengan memainkan anggaran takkala ia duduk terpilih. Kita harus bijak dan tak mudah pasrah dalam memberikan suara sebab di­bu­tuhkan tekad yang kuat untuk men­cip­takan perubahan yang baik kede­pan­nya.

OTT adalah kegembiraan, sebab rak­yat diberi kabar membahagiakan dari KPK bahwa jangan sampai yang memiliki kuasa dengan rakus menja­jah apa yang menjadi hak milik rakyat. Yang busuk itu harus ditangkap dan diasingkan dari daftar pemilihan. Mata dan kesadaran kita telah terbuka dan jadilah pilih yang bertanggung jawab bahwa semoga tidak ada caleg ko­ruptor yang lulus satupun.

Yang sudah kenak daftar hitam dari KPK, seharusnya sadar untuk tidak mencalonkan diri. Yang memilih para koruptor untuk menjadi wakil rak­yat sama dengan mengun­dang ben­cana di negeri ini. Segala macam akan dikorupsinya apalagi yang namanya ke­pentingan rakyat itu sudah tidak ada lagi. Wahai para caleg koruptor ja­nganlah bawa-bawa nama agama dalam mengurus daerah yang nyata­nya anggaran kau korupsi juga. Ja­nganlah kesucian agama itu tercoreng dan kau manfaatkan dengan korupsi ka­rena itu akan menunjukkan betapa be­jatnya jati dirimu.

Mari kita minta kepada bapak KPK tolong jangan kasi kendor babat habis para koruptor yang jadi daftar hitam. Gencarkan serangan OTT habis-habisan sampai ke akar-akarnya. Sebab rakyat tengah dalam keadaan susah sangat dan ingin tahu letak permasalahan yang dialami itu sehingga jangan sampai ada tuduhan yang berujung hoax lagi kepada pemerintah.

Bermiliar-miliar dana desa tak nampak entah kemana akibat banyaknya pejabat belagak mafia yang bermain sesuka hatinya. Kami mau lapor gak ada pegangan dan hanya kepada KPK kami berpangku harap. Kami ingin berkembang pak dan tolonglah kami pak untuk OTT setiap harinya, jangan kasi jeda pak.

Marilah bersama kita pilih calon pejabat atau pemimpin yang bersih dari kejahatan korupsi. Ketika kita mau disuap dengan uang receh ratusan ribu, itu berarti kita telah meng­izinkan para calon pemimpin untuk mengeruk uang negara dengan korupsi besar-besaran.

Harian Analisa, 09 April 2019.

No responses yet