Tolak Total Caleg Koruptor
CIKAL Bakal Korupsi bisa kita rasakan dengan hadirnya beragam janji suci berupa proyek yang dimana bila seorang caleg atau pejabat mencalonkan diri ia telah menyiapkan segudang rencana ngibul kepada tim suksesnya, bukan pemikiran untuk mensejahterakan rakyat melainkan mensejahterakan para mafia korup dengan terus menyiksa rakyat.
Memang para koruptor saat ini bangsat semua sehingga tak mempunyai otak apalagi hati dalam menegakkan keadilan karena yang ia pikirkan uang dan uang, sementara di balihonya terpampang tulisan berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Katanya merakyat nyatanya menyumbat kesetaraan. Awalnya berjanji, rupanya kalau gak janji gak menang. Itu adalah rumus kampanye turun-temurun yang telah ada dari dulu hingga kini. Para caleg koruptor rela mengemis-ngemis kepada rakyat dengan membawa suara agama dan ketika terpilih malah menghancurkan citra agama dengan korupsi besar-besaran.
Saat ini kita memang membutuhkan serangan OTT berjamaah dari KPK untuk bertindak tegas ke kantor wakil rakyat karena sudah terlalu banyak bermiliar-miliar kerugian negara dicuri lenyap begitu saja. Ada satu permainan yang dibuat para koruptor yaitu berlindung dibalik jubah agama. Yang biasanya tak memakai peci tiba-tiba begitu di OTT dan pakai baju orange langsung ngucap-ngucap.
Sering kita jumpai berita ketika ada agenda rapat para wakil rakyat bukannya ikut rapat melainkan merapat ke tempat dugem cari pijat plus-plus berfasilitas VIP. Pikirkan bagaimana bisa kusuk buat besok bukan peduli untuk memikirkan nasib rakyat. Makanya yang terjadi saat ini bukan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia melainkan kesejahteraan proyek bagi seluruh pejabat Indonesia.
Korupsi itu sudah menjadi virus yang mematikan moralitas bangsa, bermacam permainan mulai dari dagang jual jabatan, perjanjian fee proyek dan macam segala macam hantu belau digencarkan para koruptor dalam menyusun agenda agar terpilih. Dikira para caleg koruptor ini KPK bodoh dan tak tahu sehingga diam, padahal KPK tak pernah diam makanya siap-siapkanlah mental bahwa OTT itu semakin dekat, sebab KPK punya mata dan telinga di setiap daerah hingga pelosok negeri.
Maka jangan merasa patentengan waktu terpilih duduk susahnya minta ampun diajak rapat membahas nasib rakyat layaknya artis korea, begitu kenak OTT di pengadilan menangis taubat minta maaf. Sujiwo Tejo mengatakan bahwa Korupsi lebih atau setidaknya sama saja dengan membakar kitab suci, yaitu menghina esensi kitab suci. Tak ada ajaran maupun agama yang tak mengharamkan korupsi. Inilah maka sesantun-santunnya seorang caleg dalam memakai jubah agama dalam berkampanye misalnya jangan sampai ia mengelabui kita untuk memilihnya. Seiman belum tentu satu pemikiran karena kita butuh buka mata untuk melihat bukan hanya cover melainkan isi dalamnya juga perlu.
Berapapun besar serangan fajar yang ia tawarkan akan ia putar kembali modalnya itu dengan memainkan anggaran takkala ia duduk terpilih. Kita harus bijak dan tak mudah pasrah dalam memberikan suara sebab dibutuhkan tekad yang kuat untuk menciptakan perubahan yang baik kedepannya.
OTT adalah kegembiraan, sebab rakyat diberi kabar membahagiakan dari KPK bahwa jangan sampai yang memiliki kuasa dengan rakus menjajah apa yang menjadi hak milik rakyat. Yang busuk itu harus ditangkap dan diasingkan dari daftar pemilihan. Mata dan kesadaran kita telah terbuka dan jadilah pilih yang bertanggung jawab bahwa semoga tidak ada caleg koruptor yang lulus satupun.
Yang sudah kenak daftar hitam dari KPK, seharusnya sadar untuk tidak mencalonkan diri. Yang memilih para koruptor untuk menjadi wakil rakyat sama dengan mengundang bencana di negeri ini. Segala macam akan dikorupsinya apalagi yang namanya kepentingan rakyat itu sudah tidak ada lagi. Wahai para caleg koruptor janganlah bawa-bawa nama agama dalam mengurus daerah yang nyatanya anggaran kau korupsi juga. Janganlah kesucian agama itu tercoreng dan kau manfaatkan dengan korupsi karena itu akan menunjukkan betapa bejatnya jati dirimu.
Mari kita minta kepada bapak KPK tolong jangan kasi kendor babat habis para koruptor yang jadi daftar hitam. Gencarkan serangan OTT habis-habisan sampai ke akar-akarnya. Sebab rakyat tengah dalam keadaan susah sangat dan ingin tahu letak permasalahan yang dialami itu sehingga jangan sampai ada tuduhan yang berujung hoax lagi kepada pemerintah.
Bermiliar-miliar dana desa tak nampak entah kemana akibat banyaknya pejabat belagak mafia yang bermain sesuka hatinya. Kami mau lapor gak ada pegangan dan hanya kepada KPK kami berpangku harap. Kami ingin berkembang pak dan tolonglah kami pak untuk OTT setiap harinya, jangan kasi jeda pak.
Marilah bersama kita pilih calon pejabat atau pemimpin yang bersih dari kejahatan korupsi. Ketika kita mau disuap dengan uang receh ratusan ribu, itu berarti kita telah mengizinkan para calon pemimpin untuk mengeruk uang negara dengan korupsi besar-besaran.
Harian Analisa, 09 April 2019.